JMA Syariah,TBK, Juni 2021 Nilai Asset Mencapai Rp 260,5 Milliar ,Tumbuh hingga 8,8 Miliar ( YOY) Dari Sebelumnya Rp 239,4 Miliar

Bagikan

Jakarta, Poskota-Nasional.Com

Bertempat di Gedung Kospin Jasa, lantai 9 jalan raya Gatot Subroto Jakarta, berlangsung acara Publik ekpose secara zoom virtual , 29/7/21.

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS) menyatakan akan menambah jumlah kantor pemasaran secara in-branch di 140 kantor induk perusahaannya, Koperasi Simpan Pinjam atau Kospin Jasa, untuk meningkatkan kinerja bisnis.

Perseroan memproyeksikan hingga 90 persen target kontribusi bisa diperoleh pada tahun ini. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional JMA Syariah Basuki Agus .

Basuki Agus menjelaskan bahwa terdapat lima rencana strategis 2021 yang akan dilakukan perseroan untuk meningkatkan kinerja pada paruh kedua tahun ini. Salah satu rencana strategis JMAS, perusahaan asuransi syariah yang didirikan Kospin Jasa, adalah dengan membuka lebih banyak kantor pemasaran
Menurut Basuki, strategi itu akan dilakukan bukan dengan mendirikan kantor tersendiri, melainkan menyediakan layanan pemasaran asuransi di kantor-kantor Kospin Jasa.

Kami konsepnya tidak akan banyak-banyak, karena kami lebih dominan akan memaksimalkan kantor in-branch di induk perusahaan, di 140 kantor Kospin Jasa,” ujar Basuki Agus direktur operasional , didampingi Ajie Darmaji Direktur kepatuhan , dan Ibrahim Direktur utama .

Menurutnya, pemasaran di kantor-kantor in-branch akan fokus pada produk-produk tradisional atau produk dwiguna dengan rentang waktu menengah.

JMAS menilai bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19, saat kondisi ekonomi melemah, perusahaan asuransi harus menyediakan proteksi yang terjangkau bagi masyarakat. Kantor-kantor pemasaran itu pun akan dimaksimalkan untuk menjangkau nasabah individu, melalui jalur distribusi keagenan dan pendekatan ke komunitas-komunitas. Seperti diketahui, koperasi memiliki jejaring yang kuat terhadap komunitas-komunitas di wilayahnya.

“Keuntungan paling besar dalam kondisi saat ini adalah bagaimana bisa memiliki produk individu untuk mendapatkan kontribusi yang sustainable,” ujarnya.

JMAS memproyeksikan akan terdapat pertumbuhan kinerja pada semester II/2021 seiring iklim bisnis yang cukup kondusif dan berbagai strategi optimalisasi internal. Perseroan meyakini hingga 90 persen dari target kontribusi pada tahun ini dapat tercapai.
Hingga Juni 2021, JMAS membukukan kontribusi Rp52,05 miliar atau terkoreksi 3,7 persen(year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp54,08 miliar. Per semester I/2021, perseroan mencatatkan beban klaim Rp34,2 miliar atau naik 4,8 persen (yoy) dari sebelumnya Rp32,6 miliar.

JMAS mencatatkan dana tabarru’ negatif Rp9,78 miliar, berkurang 27,4 persen (yoy) dari sebelumnya yang negatif Rp13,49 miliar.

Dengan catatan itu, pada Juni 2021 perseroan mencatatkan surplus underwriting dana tabarru’ Rp3,7 miliar atau berbalik untung dari posisi Juni 2020 yang defisit Rp1,6 miliar dari sisi profitabilitas, pada Juni 2021 .

JMAS mencatatkan rugi Rp2,3 miliar atau berbalik rugi dari posisi Juni 2020 yang untung Rp385 juta. Meskipun begitu, pada Juni 2021 nilai asetnya yang mencapai Rp260,5 miliar tumbuh hingga 8,8 persen (yoy) dari sebelumnya Rp239,4 miliar.

“Kami masih optimistis target awal tahun yang ditetapkan 85 persen–90 persen akan kami raih, karena pada pertengahan tahun ini masih ada beberapa hal yang masih kami bisa lakukan,” ujar Basuki.

Adapun, pada penutupan perdagangan Kamis (29/7/2021), saham JMAS berada di angka Rp196 atau melemah 3,92 persen. Kinerja saham HMAS melemah 2 persen (year-to-date/ytd), tambah Basuki Agus kepada poskota-nasional.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.