MOU Mantrade SA Asosiates Dengan Kikim Group di Mega Build JCC Senayan

Bagikan

Jakarta,Poskota-Nasional.

Bertempat di Hall A sand box diadakan MOU Mantrade dengan Kikim Group,dihadiri Nasir Bin Abd Rahman vice President SD Associates ,Nik Mat Bin Ismail didampingi Junaedy Burhan dan Rozimi di Jakarta Convention Center Senayan dalam Pameran Mega Build Indonesia yang diadakan pada tanggal 16/6/22-19/6/22.

Menurut Junaedy Burhan didampingi Rozimy dari Kikim Group mengatakan
Setiap otonomi baru di Indonesia memerlukan anggaran yang sangat besar karena anggaran yang sangat besar yang diperlukan ,maka itu dianggap membebani APBN ujar nya

Lebih lanjut Junedy mengatakan Oleh karena itu kita berinovasi. Bagaimana agar tidak membebani APBN , untuk itu kita mencoba untuk menciptakan pendapatan asli daerah , Bagaimana caranya yaitu dengan membangun? Solusi nya dengan Membangun, Kemudian kita perlu backup terutama dari segi investor harus di-backup dari pihak luar tentunya untuk membangun dengan harapan setelah membangun kita mendapatkan PAD( pendapatan Asli Daerah), tapi ada Prioritas pembangunan untuk tahap awal kita prioritaskan membangun PLTA (pembangkit listrik tenaga air) , dengan setelah kita survei awal ternyata punya potensi lebih kurang dari 7 Sungai , ada satu sungai yang namanya Sungai lingsing yang mempunyai potensi nya 140 MW.

Menurut nya Potensinya luar biasa Padahal kita punya 7 Sungai di daerah tersebut ,salah salah satunya itu Sungai lipsync itu kita mulai dari situ dulu jika Kita berhasil mendapatkan energi hijau energi terbarukan sekarang dengan 140 Mega Watt ,harapannya dari energi kita kan dapatkan income dari itu sekitar 2,1 triliun pertahun ,itu harapan kita ujarnya
Dari segi produk energi , apa lagi ada tiga sungai yang berpotensi kita bangun juga itu sangat luar biasa di daerah Lahat arah ke Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan dari sekitar 30 km.

Menurut Junaedy Burhan mengatakan Ada ada tiga sungai besar sungai lingsing, sungai pangi sama Sungai Cawang,ujarnya

Menurut nya Sungai Cawang potensi nya sangat luar biasa, jadi sebetulnya sangat kaya tinggal Kita gali untuk menciptakan keadaan sekarang sudah dimulai membuat master plan.

Menurut nya kita sudah dalam tahap awal kita direncanakan akan membuat studi kelayakan selama lima bulan , karena setiap Pembangunan diperlukan, studi kelayakan atau tidak ada di situ baru dikembangkan membuat master plan baru, tahap clan procurement dan kemudian tahap construction , kalau studi kelayakan selesai makan waktu sekitar 5 – 6 bulan ujar junaedy burhan.

Lebih Lanjut Junaedy mengatakan tapi kalau tahap pengerjaan contraction , lebih lama lagi bisa 2 tahun sampai 3 tahun , berapa dan tenaga dengan sendirinya yang tidak pakai aturan yang tidak tertulis dengan sendirinya, Sebenarnya saya gunakan jadi ,gini kebetulan mereka dari Malaysia, dan kita membangun tentu perlu tenaga kerja penduduk setempat tetapi tenaga kerja setempat itu barangkali perlu diseleksi kompetensinya,ujarnya.

Lebih lanjut menurut Junaedy mengatakan mulai dari studi kelayakan cukup lama minimal mungkin 6 tahun ,ujarnya Junaedy burhan ketua presedium Kikim Group didampingi rozimi Kikim group kepada Poskota- Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *