Halal Bihalal & Silaturahmi IKKS Guna Mewujudkan Kikim Sebagai Kabupaten Baru Di Sumatera Selatan

Bagikan

Jakarta ,Poskota Nasional

Halal Bihalal Ikatan Keluarga Kikim Seghepat (IKKS) dengan Tema “Setiap Pertemuan adalah kesempatan untuk memperkuat dan memperindah Silaturahmi ” menggelar Silaturahmi dan Halal Bihalal Minal Aizin Wal Faizin1445 H ,di Gedung Serba guna Perumahan DPR R Kalibata jakarta Minggu 28/4/24.

Pada acara penuh kekeluargaan tersebut hadir sejumlah nama yang sebagai tokoh- tokoh sesepuh Kikim Sumatera Selatan ,Sederet nama tampak hadir dan memberikan semacam sambutan dan pandangannya dihadapan 500 orang yang hadir siang hari yang cerah itu.

Tokoh tokoh Nasional yang tampak hadir antara lain Ketua Panitia Kombes Pol H.A Rozimi ketua IKKS 2023-2027 ,Presidium DPOB Kabupaten Kikim Area Assoc,Prof. Dr. Ir Junaidy Burhan Msc,IPM ,AER ,    Mely Anggota DPR RI terpilih kembali periode tiga dengan masa bakti 2024-2019 , Dewan Pembina IKKS Aini Gentimat, Dewan penasehat IKKS Djamirudin Arus ,Ketua IMK Sakonik Gumay,Haji Dahlan Mansur Sesepuh IKKS ,Hadir DR Syarofi calon bupati dari Kikim ,Hendy Kaisar ketua IkATASTI  ,              Haji Gunaldi Sulaiman .

Menurut HA Rozimi dalam sambutan sebagai ketua panitia Halal Bihalal ,mengatakan Acara ini cukup meriah karena penuh kekeluargaan serta saling bercerita tentang masa lalu saat mereka aktif dan tinggal di Kikim Sumatera Selatan. Ikatan Keluarga Kikim ( IKKS) selalu setiap tahun mengadakan acara halal bihalal dalam rangka silaturahmi antara warga yang ada di luar area artinya di sekitar Jabodetabek termasuk juga ada yang datang dari Jogja dari Bandung dari Palembang , ada juga dari daerah-daerah lain berkumpul disini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus mendengarkan informasi-informasi yang terkini yang disampaikan oleh para senior yang berasal  seperti mempunyai jabatan di pemerintah,ujarnya .

Assoc Prof. Dr .Ir . Junaedy Burhan ,mengatakan Bagaimana perannya untuk membangun KIKIM, sekarang ini dalam kondisi untuk menjadikan kabupaten Baru KiKiM yang menjadi kabupaten, undang-undang disebut dengan daerah persiapan otonomi baru Kabupaten Kikim , Oleh karena itu kami berusaha bekerja sebaik mungkin keluarkan ide inovatif. Bagaimana caranya supaya Kikim ,ini menjadi kabupaten tetapi sekarang dalam kondisi di moratorium belum dibuka namun demikian semua persyaratan yang di Sebutkan di undang-undang itu sudah kami penuhi,ujarnya.

Prof Dr ,Ir Junaedy ,mengatakan Tapi kita masih menunggu moratorium itu dibuka. Nah pertanyaannya Kenapa di moratorium ditutup. Kenapa belum dibuka perlu kita pelajari ternyata belum dibuka karena belum dibuka moratorium ini akan mengganggu APBN .

APBN ( Anggaran pendapatan dan belanja negara kalau itu dibuka semua dana- dana APBN dapat disalurkan ke daerah baru sementara daerah baru yang diusulkan itu sekarang Barangkali sudah mencapai Rp 500 milyar katakan satu daerah baru Katakanlah bisa kan 10 miliar perbulan untuk dibantu kalikan aja 500 perbulan. Apakah sampai saat ini pemerintah masih di moratorium selaku yang memiliki daerah persiapan otonomi baru Kikim , apa namanya mencari jalan keluar bagaimana caranya mencari jalan keluar kita ciptakan? Apa itu pendapatan asli daerah supaya Kikim punya duit agar tidak mengganggu APBN Bagaimana caranya Kikim mempunyai banyak tetapi saya berkomentar kita akan bangun harus ber semboyan pembangunan hijau untuk membangun usaha ,membangun agar anak cucu untuk memelihara lingkungan ,Jangan sampai dirusak memang harus tahu di sini tujuannya,ujarnya.

Prof Junaedy ,mengatakan saya begitu bersemangat untuk membangun KIKIM ,saya manfaatkan ini sebetulnya kegiatan ini sudah 2 tahun yang lalu tapi proses harus berjalan.
Sampai sekarang masih dalam tahap negosiasi tapi mungkin 20% lagi final ,Minggu depan kita ke KIKIM lagi kalau memungkinkan saya bawa kawan-kawan dari luar negeri untuk berinvestasi di daerah KiKiM ,saya sudah mencurahkan 100% untuk pembangunan dan kesejahteraan KIKIM Sumatera Selatan ,tambah Assoc Prof Dr.Ir Junaedy Burhan,Msc kepada Poskota- Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *