GSSD UI 2025 Indonesia Summit & Ekpo & Properti Inovasi Award Diberikan 17 Penghargaan
Jakarta ,Poskota Nasional
Bertempat di Balairung Universitas Indonesia ( UI )menyelenggarakan GSSD SUMMIT & EKPO 2025 dan Inov
asi Properti Award Penghargaan diberikan 17 penerima Award , Minggu 23/11/2025
GSSD UI Summit Kepada 2025 digelar selama lima hari dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa UI kini memiliki sekolah baru yang siap menjadi pusat pendidikan, riset, dan pengkajian multidisiplin yang mampu menjawab berbagai persoalan global. Kegiatan ini menghadirkan dua aspek utama, yaitu Propertinovasi dan teknologi navigasi satelit yang dibahas dalam rangkaian GNSS 2025 Indonesia Summit & Expo.
Ir. Maureen Pomsar Lumban Toruan, MM selaku Wakil Direktur Bidang Keuangan, Sumber Daya dan Kerjasama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia selaku Plh. Direktur SPPB kepada awak media cetak , Media Elektronik ,Dan media Online , mengatakan kegiatan yang digelar sejak Rabu hingga Minggu ini merupakan ajang perdana yang dirancang untuk memperkenalkan secara luas keberadaan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) atau Graduate School of Sustainable Development (GSSD). Sekolah baru ini telah ditetapkan melalui Peraturan Rektor pada 22 Oktober 2025 dan menjadi lompatan strategis bagi Universitas Indonesia dalam menghadapi tantangan global melalui pendekatan multidisiplin dan interdisiplin.
Pada sektor Propertinovasi, Maureen menjelaskan bahwa sekolah ini menampilkan kerja sama dengan berbagai industri terkait, terutama sektor properti, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan penyediaan perumahan. Melalui expo ini, UI memperkuat peran kolaboratifnya dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, serta berbagai kementerian lain yang bersentuhan dengan isu pembangunan berkelanjutan. UI ingin menunjukkan bahwa SPPB UI siap bekerja bersama industri dan pemerintah dalam mencari solusi atas persoalan global yang memerlukan pendekatan multidisiplin.
Lebih Lanjut Maureen mengatakan, bahwa rangkaian GNSS 2025 Indonesia Summit & Expo menjadi sangat relevan dengan visi sekolah baru ini. Pada Kamis lalu, perwakilan badan PBB yang bergerak dalam sistem navigasi satelit global melakukan visitasi ke UI, bersama utusan dari berbagai negara. Mereka mengadakan pertemuan dan berdiskusi mengenai perkembangan GNSS serta memandang langkah UI memperkenalkan teknologi satelit global ini sebagai inisiatif yang penting bagi Indonesia. Maureen menyebut bahwa teknologi satelit memiliki peran besar dalam berbagai aplikasi, termasuk pertahanan, keamanan, mitigasi bencana, industri, hingga sektor perumahan yang memerlukan data geospasial.
Melalui kegiatan ini, Maureen menegaskan bahwa UI ingin memperkenalkan bahwa Indonesia perlu mengembangkan kompetensi lebih lanjut dalam teknologi satelit agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menjadi salah satu pusat keunggulan di kawasan. Ini menjadi salah satu arah strategis SPPB UI dalam memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian multidisiplin.
Menurut Maureen bahwa expo ini berhasil menarik kehadiran masyarakat luas. Pada hari pertama, antusiasme pengunjung mencapai 700 hingga 1.000 orang. Jumlah tersebut sempat menurun pada Kamis dan Jumat, namun kembali meningkat hingga mencapai sekitar 1.200 pengunjung per hari pada Sabtu dan Minggu.
Total peserta yang hadir selama lima hari diperkirakan mencapai 5.000 hingga 10.000 orang. Pameran ini diikuti 70 hingga 100 tenant yang berasal dari pengembang properti, perbankan, institusi pemerintah, serta berbagai sektor terkait lainnya.
Selain pameran properti dan teknologi satelit, Maureen juga menyebut bahwa expo ini menghadirkan berbagai kegiatan edukatif, termasuk pemutaran film berbasis artificial intelligence serta sesi edukasi pembuatan film. Salah satu film yang ditampilkan adalah karya bertema Pangeran Diponegoro yang sedang viral dan menjadi salah satu tayangan teknologi sinema berbasis AI terpanjang di Asia. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa SPPB UI tidak hanya berfokus pada properti dan teknologi satelit, tetapi juga membuka ruang bagi inovasi lain yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan.
Maureen kemudian menjelaskan, struktur akademik sekolah ini. SPPB UI merupakan sekolah multidisiplin yang menerima mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan.
Sekolah ini menaungi berbagai program studi yang tidak memiliki jenjang S1, sehingga membuka peluang bagi lulusan dari berbagai fakultas untuk menempuh pendidikan magister dan doktoral. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif mencapai sekitar 1.000 orang, sementara jumlah alumni telah melampaui jumlah tersebut. Program penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui jalur SIMAK UI dan penerimaan mandiri lainnya.
Ia juga menjelaskan bahwa SPPB UI merupakan hasil restrukturisasi dua sekolah sebelumnya, yaitu Sekolah Ilmu Lingkungan dan Sekolah Kajian Stratejik dan Global.
Keduanya resmi digabung dan dibentuk ulang menjadi Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan pada 22 Oktober 2025 untuk memperkuat daya saing akademik dan penelitian UI dalam isu global.
Meaureen harapkan, agar kegiatan GSSD UI Summit & Expo 2025, GNSS 2025 Indonesia Summit & Expo, dan Propertinovasi Conference & Expo 2025 dapat menjadi ajang tahunan yang semakin baik, komprehensif, dan berdampak besar.
Ia berharap sekolah ini semakin dikenal publik, pemerintah, industri, serta komunitas internasional sebagai think-tank strategis UI yang mampu mencetak lulusan berdaya saing global dalam mengatasi berbagai masalah pembangunan berkelanjutan, tambah Ir Maurren kepada Poskota Nasional.