Poskota Nasional

Media Online

Decky Yao : Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan APSKi , Industri Tetap Tumbuh, di Tahun 2026

Bagikan

 

Jakarta, Poskota Nasional

Industri suplemen kesehatan di Indonesia menunjukkan optimisme yang kuat untuk terus tumbuh di tahun 2026.

Hal ini didorong oleh kesadaran masyarakat yang semakin meningkat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

“Dengan kondisi ekonomi dan geopolitik yang masih gejolak, industri suplemen kesehatan di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk tumbuh,” kata Sandiaga Uno

“Masyarakat Indonesia semakin peduli dengan kesehatan dan kebugaran tubuh, sehingga permintaan akan suplemen kesehatan terus meningkat.”

Industri suplemen kesehatan di Indonesia telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan dukungan pemerintah dan kesadaran masyarakat, industri ini diprediksi akan terus tumbuh di tahun 2026.

“Kami mengajak semua pengusaha suplemen kesehatan di Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka,” tambah Sandiaga Uno saat ditemui rekan media online 28/1/2026.

“Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan meningkatkan kontribusi industri ini terhadap ekonomi Indonesia.”

Industri suplemen kesehatan di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu industri yang paling dinamis dan inovatif di Asia Tenggara. Dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat, kita dapat mencapai visi Indonesia Sehat 2045, ujar Sandiaga Uno hadir dalam acara CEO Talk APSKI di hotel Pullman Thamrin , Selasa 28/1/2026

Decky Yao , mengatakan Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan kembali menggelar forum komunikasi tahunan yang mempertemukan para pimpinan perusahaan anggota. Memasuki usia ke-28 tahun, asosiasi yang telah berdiri selama 27 tahun ini menaungi sekitar 90 perusahaan yang bergerak di industri suplemen kesehatan dan gizi, terdiri dari para manajer produk, direktur, hingga mitra pemasok kemasan dari dalam dan luar negeri, termasuk Italia, tuturnya .

Forum yang rutin diselenggarakan setiap Januari ini menjadi wadah eksklusif bagi para pimpinan perusahaan untuk saling bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai arah serta tantangan industri suplemen kesehatan di Indonesia.

Diskusi tahun ini menyoroti kondisi ekonomi nasional serta proyeksi pertumbuhan industri di tahun 2025, yang diperkirakan masih mengalami fluktuasi di kisaran 8 persen, ujarnya .

Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dinilai tetap tinggi. Pasca pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit semakin meningkat. Konsumen kini lebih memahami bahwa menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan pengobatan.

“Dalam kondisi ekonomi apa pun, masyarakat Indonesia tetap membutuhkan kesehatan. Tren pasca pandemi menunjukkan bahwa pencegahan menjadi prioritas utama, dan suplemen kesehatan memiliki peran penting di dalamnya,” ujar nya

 

Melalui CEO forum ini, APSKI menegaskan komitmennya untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih produk suplemen kesehatan.

Asosiasi mengimbau konsumen untuk hanya membeli produk yang telah memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengecek kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta nomor izin edar BPOM. Hindari produk ilegal yang tidak memiliki izin resmi karena berisiko terhadap kualitas dan keamanan, serta dapat menimbulkan efek samping yang merugikan,” tegasnya.

Decky Yao juga mengapresiasi upaya BPOM yang secara aktif melakukan pengawasan dan penertiban terhadap produk suplemen ilegal, khususnya yang beredar di marketplace digital. Edukasi konsumen dan pengawasan yang ketat dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem industri suplemen kesehatan yang aman dan berkelanjutan.

Dari sisi industri, APSKI mencatat bahwa meskipun sebagian bahan baku masih bergantung pada impor, kapasitas produksi dalam negeri untuk produk jadi saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Ke depan, asosiasi mendorong peningkatan ekspor sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri suplemen kesehatan Indonesia di pasar global.

Melalui forum komunikasi ini, Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan berharap sinergi antara pelaku industri, regulator, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mendukung industri yang sehat, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keselamatan konsumen Decky Yao kepada Poskota Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *