Edukasi Ekosistem Keuangan Haji Sejak Dini, Sinergi MUI dan BPKH Dorong Kemandirian Jamaah
Jakarta, Poskota Nasional
Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan kegiatan Silaturahim Dakwah Perkantoran pada Selasa (24/2/2026) di Masjid Jami’ At-Taubah, Jalan Kebon Nanas Selatan III, Jatinegara, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan haji sejak dini.
Ketua Komisi Dakwah MUI, KH. Saiful Bahri, dalam sambutannya menegaskan bahwa ibadah haji bukan hanya persoalan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan finansial yang matang.
Dengan masa antrean haji yang kini mencapai puluhan tahun, masyarakat didorong untuk mulai menabung sejak usia dini agar memiliki kepastian porsi dan kesiapan biaya saat tiba waktunya berangkat.
Dalam kesempatan tersebut, BPKH menjelaskan konsep ekosistem keuangan haji yang dikelola secara profesional dan produktif. Dana setoran awal jamaah tidak hanya disimpan, tetapi dikembangkan melalui investasi syariah yang aman dan terukur.
Hasil pengelolaan tersebut memberikan nilai manfaat yang digunakan untuk menjaga keberlangsungan penyelenggaraan ibadah haji, membantu efisiensi biaya, serta memberikan kemaslahatan umat.
” Edukasi menabung haji sejak anak-anak menjadi penting, mengingat masa tunggu yang bisa mencapai 20 hingga 30 tahun, bahkan lebih. Dengan perencanaan yang baik, jamaah tidak lagi terbebani pelunasan besar di akhir masa tunggu, tetapi justru mendapatkan manfaat dari hasil pengelolaan dana tersebut,” ujar perwakilan BPKH.
Selain itu, dalam forum tersebut juga disampaikan harapan agar sinergi antara BPKH, perbankan syariah seperti Bank Muamalat Indonesia, dan lembaga keuangan syariah lainnya semakin diperkuat.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas literasi keuangan syariah, memudahkan akses tabungan haji, serta memperkuat kemandirian umat dalam mempersiapkan rukun Islam kelima.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan ekosistem penyelenggaraan haji ke depan, termasuk efisiensi waktu pelaksanaan dan dukungan infrastruktur yang dapat memangkas durasi tinggal jamaah, sehingga biaya dapat lebih ringan dan pelayanan semakin optimal.
Melalui kegiatan ini, MUI dan BPKH berkomitmen untuk terus menyapa masyarakat, memberikan pemahaman yang komprehensif tentang tata kelola dana haji, serta mendorong budaya menabung dan perencanaan ibadah haji sejak dini.
Kegiatan Silaturahim Dakwah Perkantoran ini menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga bagian dari perencanaan keuangan umat yang harus dipersiapkan dengan bijak, transparan, dan berkelanjutan.
