Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin Siap Perkuat Pembangunan Maritim Nasional
Jakarta , Poskota Nasional.
Dewan Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin resmi dilantik hari ini. Pelantikan ini mengusung tema besar: “Konsolidasi dan Penguatan Organisasi Sarjana Perkapalan Dalam Mendukung Kemajuan Industri Maritim.”
Ketua Harian Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin , Wahyudi, S.T., M.P.W.K., menegaskan bahwa organisasi ini akan menjadi wadah profesional yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor kemaritiman.
Menurutnya, sarjana teknik perkapalan, teknik sistem perkapalan dan teknik kelautan memiliki kompetensi yang sangat strategis dalam mendukung pelayaran nasional.
“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, pelayaran merupakan kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim. Di sinilah peran sarjana perkapalan sangat relevan dan dibutuhkan,” ujarnya.
Wahyudi , menjelaskan bahwa kompetensi alumni mencakup pengelolaan dan pengembangan pelabuhan, perencanaan pembangunan serta pengoperasian angkutan diperairan serta pengawasan keselamatan pelayaran, perencanaan instrumen kenavigasian, hingga perencanaan dan pengawasan kebijakan sektor maritim. Dengan latar belakang keilmuan tersebut, anggota ISP Unhas diharapkan mampu memberikan insight yang bersifat strategis, bahkan pandangan kritis terhadap berbagai program pemerintah di sektor kemaritiman.
Organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan program kerja dengan arah pembangunan nasional, termasuk rencana strategis kementerian/lembaga yang terkait dengan sektor maritim seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Perdagangan.
Secara eksternal, organisasi alumni ini diharapkan mampu mengambil peran dalam proses perencanaan, intervensi kebijakan, serta penguatan sektor industri perkapalan, perusahaan pelayaran, pelabuhan perikanan, kapal penangkap ikan, hingga pemanfaatan wilayah perairan yang menjadi kewenangan pemerintah.
Sementara itu, secara internal, alumni diharapkan menjadi mitra strategis bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui pemberian informasi terkini mengenai perkembangan dunia maritim, pembinaan profesionalisme, serta penguatan jejaring industri.
” Kami ingin memastikan bahwa Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanuddin bukan hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi benar-benar menjadi wadah profesional yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara, khususnya dalam penguatan sektor kemaritiman,” tutup Wahyudi, saat ditemui rekan media Poskota Nasional seusai acara pelantikan Ikatan Sarjana Perkapalan Universitas Hasanudin , Sabtu ,28/2/2026 di Hotel Tavia Heritage ,jakarta Pusat.
Dengan pelantikan ini, diharapkan lahir kolaborasi yang solid antara anggota ISP Unhas, pemerintah, dunia usaha, dan akademisi guna mendorong kemajuan industri maritim Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan.
