Poskota Nasional

Media Online

Dr dr Linda Sinto Mars, M, Biommed : Akupresur Mandiri Sebagai Terapi Komplementer Dalam Pelayanan Prima Dokter Umum

Bagikan

 

Jakarta , Poskota Nasional

 

 

Pendekatan pengobatan holistik dan integratif kembali menjadi sorotan melalui sebuah workshop yang diselenggarakan oleh FIIM (Functional and Integrative Institute of Medicine), terdaftar di LP2KI serta telah memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor MK.02.02/F/1500/2025. Kegiatan ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai integrasi Traditional Chinese Medicine (TCM) dengan Functional Medicine sebagai terapi komplementer dalam pelayanan kesehatan modern.
Dalam diskusi yang berlangsung, para narasumber menekankan bahwa TCM bukanlah pengganti pengobatan kedokteran Barat (Western Medicine), melainkan sebagai terapi pelengkap (komplementer) yang dapat meningkatkan efektivitas hasil terapi pasien. Pendekatan TCM yang berlandaskan pada prinsip Qi (energi), keseimbangan Yin-Yang, serta teori Lima Unsur, dinilai sangat relevan bila dipadukan dengan pendekatan diagnosis dan terapi berbasis kedokteran modern.

Proses penatalaksanaan pasien dalam TCM dimulai dari anamnesis keluhan, observasi tanda-tanda klinis, serta pemeriksaan fisik khas TCM untuk menentukan pola ketidakseimbangan energi dan meridian. Dari diagnosis tersebut, terapi seperti akupunktur, akupresur, serta stimulasi elektrik dapat diberikan secara terukur dan individual, sesuai kebutuhan pasien.

Salah satu pembicara, Dr. dr. Linda Sinto, Mars., M.Biomed (AAM), AIFO-K, FINEM, menyampaikan bahwa tingkat kesembuhan dalam terapi komplementer tidak dapat diukur secara persentase semata. Namun, perkembangan teknologi dan metode terkini, termasuk kombinasi akupunktur dengan electrical stimulation, menjadikan terapi ini semakin efektif, baik untuk penyembuhan, peningkatan kualitas hidup (wellness), maupun pencegahan penyakit.

Pendekatan Functional Medicine yang turut dibahas dalam workshop ini menitikberatkan pada pencarian akar masalah (root cause) penyakit, bukan sekadar mengatasi gejala. Faktor gaya hidup, kebiasaan harian, nutrisi, dan lingkungan menjadi fondasi utama dalam proses penyembuhan pasien secara berkelanjutan.

Para peserta juga menyoroti tantangan pengembangan TCM di Indonesia, khususnya keterbatasan sistem pendidikan yang terstruktur dan mendalam. Oleh karena itu, diharapkan ke depan pemerintah dapat lebih terbuka dalam mendukung pengembangan pendidikan dan menghadirkan guru-guru TCM yang kompeten, sehingga integrasi antara TCM dan kedokteran modern dapat berjalan optimal.

Workshop ini diketuai oleh Dr. Widya Murni , MARS  dan diharapkan menjadi wadah kolaborasi bagi para dokter dan praktisi kesehatan untuk terus belajar bersama, berbagi keilmuan, serta memperbaiki kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia melalui pendekatan yang ilmiah, holistik, dan berorientasi pada pasien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *